Dapatkan Newsletter
Tetap up-to-date dengan perkembangan teknologi terkini! Langganan newsletter kami dan nikmati berita terbaru dan terpercaya dari Techmind.
- Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi
- Bukan Sekadar Main Game, Polresta Cilacap Buka Ruang Prestasi Anak Muda Lewat Kapolresta Cilacap Esport Championship 2026 Free Fire
- SONO Belle Bali Legian Hadirkan Babak Baru bagi Ikon Tepi Pantai Legian
- Accurate POS: Aplikasi Kasir Online untuk Bisnis Masa Kini
- BRI Finance Perkuat Sinergi Pembiayaan Segmen Komersial melalui Skema Joint Financing Bersama BRI
- Membuka Akses, Mendorong Inovasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lanjutkan Komitmen Pendidikan melalui Beasiswa Pelindo Juara
- Bitcoin Bertahan di US$78.000, September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto
- Makin Mendunia, BINUS University Pertahankan 5 Bintang dari QS Stars
Penulis: Hendy Rusli
Hendy suka eksplorasi dunia teknologi, bisnis, dan investasi. Selain urusan bisnis, dia juga family man yang senang hangout santai bareng teman dan main game.
Bali, 25 Agustus 2026 – Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital.CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai institusi dan retail justru akan memainkan dua fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Modal institusional berpotensi memperkuat fondasi dan kedalaman pasar, sementara investor retail memberikan kecepatan sekaligus memperluas partisipasi.“Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita…
Bali, 24 Agustus 2026 — Siang-siang Rayyan biasanya dihabiskan di atas sepeda motor. Pemuda berusia 23 tahun yang lahir di Bali itu berpindah dari satu titik ke titik lain, mengikuti pesanan yang muncul di layar ponselnya sebagai pengemudi ojek daring. Namun, satu perjalanan membawanya lebih jauh dari sekadar alamat tujuan. Semua bermula ketika salah seorang karyawan FLOQ menggunakan jasa Rayyan. Seperti banyak percakapan singkat antara pengemudi dan penumpang, obrolan awalnya berlangsung sederhana. Hingga pembicaraan mengarah pada pekerjaan, investasi, dan aset kripto. Dari percakapan itu, karyawan FLOQ mengetahui bahwa Rayyan ternyata sedang memulai perjalanan investasinya. Kripto bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia sudah lebih dulu mengenalnya melalui berbagai konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto, platform pembelajaran yang membahas aset kripto dan ekosistemnya. Rasa ingin tahu itu kemudian mendorong Rayyan membuka akun di FLOQ. Ia tidak langsung menjadi trader yang setiap hari memandangi pergerakan grafik harga. Justru sebaliknya. Rayyan mengaku masih belum berani melakukan trading aktif. Ia memilih berjalan perlahan. Alih-alih mengejar pergerakan harga jangka pendek, Rayyan menggunakan pendekatan dollar cost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto tertentu secara bertahap dalam periode tertentu. Di sela aktivitasnya sebagai pengemudi ojol, ia juga terus mengikuti konten edukasi untuk memahami dunia yang baru dimasukinya itu. Bagi Rayyan, langkah pertamanya di kripto bukan dimulai dari keberanian mengambil risiko besar, melainkan dari belajar. Undangan yang Membuka Pintu Lebih Lebar Pertemuan sederhana antara pengemudi dan penumpang tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang tidak diduga Rayyan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026. Festival kripto tersebut berlangsung pada 20-21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali, dan mempertemukan pelaku industri, komunitas, pengembang, hingga trader dari berbagai negara. Bagi seseorang yang sebelumnya mengenal kripto terutama melalui layar ponsel, kesempatan itu menawarkan pengalaman berbeda. Di Coinfest Asia, Rayyan dapat melihat bahwa dunia kripto bukan hanya tentang harga Bitcoin yang naik dan turun. Di baliknya terdapat komunitas, perusahaan teknologi, pengembang blockchain, pelaku industrikeuangan, regulator, hingga orang-orang yang sedang membangun berbagai layanan berbasis aset digital. Perjalanan itu seakan mempertemukan dua dunia. Di satu sisi adalah keseharian Rayyan di jalanan Bali, menerima pesanan demi pesanan melalui aplikasi. Di sisi lain adalah sebuah industri digital yang berkembang cepat dan semakin banyak diakses masyarakat melaluiperangkat yang sama: ponsel di genggaman. Cerita Rayyan menjadi potret kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,69 juta pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun, meningkat 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin dekat dengan masyarakat. Namun, semakin mudahnya akses juga membawa pekerjaan rumah lain: literasi. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuanganberada pada 66,46 persen. Jarak antara akses dan pemahaman itu menjadi penting. Memiliki aplikasi keuangan di ponsel belum tentu berarti seseorang telah memahami produk yang digunakan, termasuk risiko di dalamnya. Di sinilah perjalanan Rayyan menjadi relevan. Ia tidak memulai dengan transaksi besar atau keputusan yang rumit. Ia memulai dengan menonton, membaca, bertanya, kemudian mencoba memahami sebelum mengambil langkah berikutnya. Kripto Tidak Mengenal Profesi CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, melihat cerita semacam Rayyan sebagai gambaran bagaimana teknologi finansial dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang semakin beragam. “Bagi kami, cerita Rayyan menunjukkan bahwa akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho. Menurut Yudho, perkembangan industri aset digital juga perlu dibarengi dengan semakin luasnya akses terhadap pendidikan finansial. “Teknologi bisa membuka akses, tetapi edukasi yang membuat akses tersebut menjadi lebih bermakna. Kami ingin semakin banyak orang merasa bahwa mereka boleh belajar, boleh bertanya, dan tidak perlu menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai memahami aset digital,” katanya. Pandangan tersebut sejalan dengan misi FLOQ yang menyebut ingin membuat perjalanan menuju investasi aset digital menjadi lebih sederhana dan inklusif. Perusahaan itu sendiri telah mencatat sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi. Di tengah pertumbuhan tersebut, cerita Rayyan menunjukkan wajah lain dari adopsi kripto Indonesia. Bukan tentang layar perdagangan dengan deretan angka. Bukan pula tentang siapa yang memiliki modal paling besar. Melainkan tentang bagaimana pengetahuan yang sebelumnya terasa jauh kini dapat ditemukan lewat sebuah video, aplikasi, percakapan dengan orang asing, bahkan perjalanan singkat mengantar seorang penumpang. Bagi Rayyan, perjalanan itu masih berada di awal. Ia masih bekerja sebagai pengemudi ojol. Masih menjalani rutinitasnya di jalanan Bali. Masih mempelajari kripto sedikit demi sedikit dan memilih pendekatan investasi yang menurutnya lebih nyaman dibanding trading aktif. Namun, kini ada satu hal yang berbeda. Ponsel yang sehari-hari membantunya menemukan penumpang dan mencari penghasilan juga telah menjadi pintu masuk menuju pengetahuan finansial yang lebih luas. Sebuah perjalanan yang bermula dari jalanan Bali, lalu membawanya ke tengah pertemuan industri kripto dunia di pulau tempat ia dilahirkan. This press release has also been published on VRITIMES
– Kemitraan ini membentuk kerangka kolaborasi strategis antara ZTE dan MoraRepublic untuk bersama-sama mengembangkan dan memperluas layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-Home (FTTH), dengan fokus pada peningkatan cakupan jaringan, kapasitas, kualitas layanan, dan pengalaman pelanggan di seluruh Indonesia. – Kolaborasi ini mendukung strategi pertumbuhan layanan broadband jangka panjang MoraRepublic dengan memanfaatkan keahlian global ZTE di bidang FWA dan FTTH guna mempercepat implementasi jaringan generasi berikutnya serta memperluas konektivitas digital bagi pelanggan residensial dan korporasi. Shanghai, Tiongkok, 24 Juni 2026 – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU)…
XCION Nominasikan Jon Lau (A*STAR) ke Dewan Penasihat, Perkuat Fokus Teknologi Kuantum bagi Para CXO
Jakarta, 10 Januari 2026 — XCION mengumumkan nominasi Jon Lau, Direktur di Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) Singapura, sebagai anggota Dewan Penasihat XCION. Langkah ini dilakukan menjelang penyelenggaraan XCION CXO Summit ke-13 yang akan berlangsung di Bali. Nominasi tersebut menegaskan arah strategis XCION dalam mengangkat teknologi kuantum sebagai area perhatian baru dan krusial bagi para pimpinan eksekutif (CXO) di kawasan, melengkapi fokus yang selama ini mencakup kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan infrastruktur digital. Seiring pesatnya perkembangan komputasi kuantum dan keamanan pasca-kuantum menuju relevansi enterprise, XCION berkomitmen membekali para pemimpin bisnis dan teknologi dengan wawasan dini, kejelasan strategis,…
Pada 10 September 2025, Indonesia melangkah ke era baru dalam konektivitas digital dengan suksesnya peluncuran Satelit Nusantara 5 (N5) yang diproduksi oleh Boeing dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, dan menjadi tonggak penting dalam memperluas akses digital di seluruh nusantara. Keberadaan satelit ini diharapkan dapat menawarkan jangkauan akses internet yang lebih baik, terutama bagi daerah-daerah yang selama ini tidak terjangkau. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa Satelit Nusantara 5 dirancang dengan tujuan untuk melayani seluruh rakyat Indonesia. Pernyataannya menegaskan, “Satelit Nusantara 5 adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet…
Panggilan Spam adalah masalah umum di Indonesia. Menurut laporan Hiya Global Call Threat Report, Indonesia menempati peringkat kedua di Asia Pasifik sebagai penerima panggilan spam pada kuartal pertama 2025. Data menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia menerima 16 panggilan spam per bulan. Dengan 89% dari total panggilan yang diterima oleh masyarakat Indonesia diidentifikasi sebagai spam. Dari perspektif teknis, panggilan spam merupakan masalah yang lebih kompleks dibandingkan sekadar gangguan komunikasi. Para pelaku kejahatan, termasuk hacker dan penipu, semakin memanfaatkan teknologi canggih untuk melakukan penipuan finansial dan pencurian identitas melalui panggilan telepon. Mencermati angka statistik yang disampaikan oleh Hiya, hanya 11% panggilan yang…
Dalam lanskap teknologi yang terus berkembang pesat saat ini, kecerdasan buatan (AI) yang didukung oleh Large Language Models (LLM) memainkan peran strategis yang semakin besar dalam meningkatkan kecepatan operasional dan produktivitas, termasuk dalam DevOps dan platform engineering . Salah satu perusahaan yang berada di garis depan transformasi ini adalah SageFoundry, melalui solusi unggulan mereka: ServerSage. Salah satu fitur utama dari ServerSage adalah kemampuannya untuk memahami bahasa alami dalam konteks yang tepat. Hal ini dimungkinkan berkat integrasi teknologi LLM, yang memungkinkan AI menginterpretasikan permasalahan DevOps secara intuitif dan memberikan solusi yang tepat secara real-time. “Dengan LLM, ServerSage dapat dengan cepat memahami…
Dalam lanskap digital yang semakin kompleks, kebutuhan akan sistem keamanan siber yang adaptif dan tahan banting menjadi sangat krusial. Ada dua istilah di sektor keamanan digital Cyber Resilience-as-a-Service (CRaaS) vs Managed Security Services (MSS). Pertanyaannya, apakah CRaaS memang menawarkan pendekatan baru, atau hanya variasi lain dari layanan yang sudah ada? Memahami Perbedaan: CRaaS vs MSS Cyber Resilience-as-a-Service (CRaaS) disebut-sebut sebagai solusi keamanan yang menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada pencegahan dan deteksi serangan siber, CRaaS juga menekankan pada pemulihan sistem dan keberlanjutan operasional setelah insiden terjadi. Dengan pendekatan ini, organisasi didorong untuk tidak hanya bertahan dari serangan, tetapi juga cepat pulih…